Mengenal Spektrum Autisme

Mengenal Spektrum Autisme

Mengenal Spektrum Autisme Pohon Kata Kita

 

Hai, sahabat pohon kata kita..  Kali ini saya akan berbagi materi mengenai salah satu bentuk kebutuhan khusus yang dimiliki anak-anak semenjak lahir, yaitu Autisme atau yang kini berkembang dalam sebutan ASD (Autistic Spectrum Disorder).

Apasih itu ASD?

ASD memiliki karakteristik yang luas, karena itulah disebut sebagai spektrum. Jadi meskipun mendapat diagnosa ASD namun gejala ASD yang dimiliki anak-anak sangat unik, berbeda satu dan lainnya. Para psikolog memberikan diagnosa ASD mengacu pada DSM-V (diagnostic and statistical manual of mental disorders ke-5).

1. Adanya beberapa penurunan/ defisit dalam beberapa aspek.

Beberapa aspek yang mengalami defisit diantaranya yaitu:

  • Komunikasi. Dalam komunikasi nonverbal misalnya gangguan kontak mata, bahasa tubuh, hingga ekspresi wajah.
  • Interaksi sosial yang persisten. Misalnya seperti sulit mempertahankan komunikasi 2 arah,sulit membangun serta mempertahankan hubungan, pertemanan, hingga tidak tertarik pada individu lain.

Kriteria gejala yang pertama diatas dapat menjadi acuan bagi bunda bila mendapati kemiripan perkembangan pada buah hati sebagai deteksi dini sebelum merujuk kepada psikolog klinis.

 

2. Adanya keterbatasan perilaku, aktivitas dan minat

Ditunjukkan dengan minimal munculnya 2 dari: Pergerakan stereotipik, gerakan motorik berulang, penggunaan kata-kata yang tidak dapat dipahami; Perilaku yang tetap, tidak fleksibel dan keharusan mengikuti suatu pola kegiatan yang sudah ada misalnya urutan makan yang sama, apabila urutan ini terganggu dapat menyebabkan stress; Adanya ketertarikan ataupun fokus yang abnormal pada suatu objek yang berlebihan; Reaksi berlebihan atau kurangnya reaksi terhadap masukan sensorik misalnya pada perubahan suhu.

Nah, karena spektrum autisme sangat luas, seorang anak yang terdiagnosa ASD bisa saja hanya mengalami gejala pertama, gejala kedua, atau keduanya. Misalnya pada gejala kedua ini, anak dengan ASD menyukai pola seperti rutinitas yang pasti. Perubahan yang mendadak bukanlah hal yang mudah bahkan dapat menyebabkan penderitaan secara psikis.

 

3. Gejala-gejala pada nomor 1 dan 2 timbul pada masa perkembangan awal yang akan menjadi semakin jelas seiring waktu.

ASD tidak dapat disembuhkan dalam artian dihilangkan, tetapi bila penanganannya baik maka anak-anak dengan ASD dapat bersosialisasi layaknya anak pada umumnya. Tidak jarang beberapa bahkan sanggup mencapai prestasi yang luar biasa.

Mengenal Spektrum Autisme Pohon Kata Kita

Tengok saja, Eben Heiser Leonardi, seperti dikutip dari laman infonitas.com. Anak dengan ASD yang memiliki bakat melukis menakjubkan. Guru lukis Eben mengatakan, Eben mampu melukis dengan alat apa pun dan di media apa pun. Mulai dari kertas gambar, kanvas, bahkan hingga komputer dengan menggunakan program photoshop.Dengan bakat luar biasa yang dimilikinya, Eben berhasil memenangkan berbagai perlombaan. Hasil karyanya juga dipamerkan di Harris Hotel & Convention, Kelapa Gading, Jakarta.

 

 4. Gejala tersebut menyebabkan gangguan sosial, okupasional dan fungsi lainnya secara signifikan.

Kondisi ASD yang belum memperoleh intervensi atau bantuan dari ahli biasanya akan cukup menganggu bagi anak sehingga menghambat fungsi sosial dan kesehariannya. Kelahiran anak dengan ASD yang berbeda dengan anak-anak pada umumnya membuat para orangtua pada akhirnya untuk belajar lebih banyak. Tentu tiada yang mudah, namun ayah dan bunda.. bukankah memang ada sebagian hal yang terjadi diluar kendali kita. Sebuah fakta yang dapat dimaknai secara berbeda-beda. Perlahan, penerimaan kita pada bagaimanapun kondisi anak akan melahirkan kasih yang murni untuk membersamai pertumbuhan sang buah hati.

 

5. Gejala tersebut tidak dapat dijelaskan dengan adanya disabilitas intelektual.

Berbagai defisit gejala yang dialami oleh anak dengan ASD umumnya tidak berkaitan dengan penurunan fungsi intelegensi. Bahkan sebagian anak ASD justru memiliki kemampuan intelegensi yang tinggi. Sahabat PKK bisa menonton sebuah film yang mengisahkan biografi Temple Grandin yang jatuh bangun melewati masa sulitnya hingga mampu menjadi professor.

Saat ini ada berbagai penanganan yang berkembang untuk ASD diantaranya seperti terapi wicara, perilaku, dan motorik. Penanganan yang tepat akan sangat memudahkan bagi anak-anak dengan ASD ini untuk beradaptasi dan menjalankan fungsi kesehariannya. Selain itu, setelah mengenal lebih jauh ASD, mari kita hentikan stigma negatif mengenai autisme dengan berhenti menggunakan autisme sebagai ejekan. Perbedaan tidaklah lantas memberikan sekat. Perbedaan dapat menjadi media bagi kita untuk mengenal lebih jauh lagi. Hingga menyadari, bahwa sebagai manusia pada esensinya kita sama. Membutuhkan kasih sayang untuk bisa bermanfaat bagi satu sama lainnya.

 

 

Pustaka

  1. American Psychiatric Association. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (5th ed.). Washington, DC: Author.
  2. http://m.infonitas.com/famili/eben-heiser-leonardi-autis-tidak-menghalanginya-untuk-berprestasi/194

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *